Tulisan ini sebelumnya telah terlebih dahulu diterbitkan di situs mojok.co
***
Jokowi memang sedang tidak aman. Setelah upaya Jonru menurunkannya bagi sebagian orang dianggap gagal, ternyata sebenarnya tidak demikian. Banyak yang mengatakan bahwa Jonru sudah tidak becus
menghadapi Jokowi. Namun pada saat ini, situasi masih bisa berubah.
Tentu dengan syarat Jonru meminta bantuan teman seperguruan dari negeri
seberang: Bunda Lia Eden. (Assalamualaikum, Bunda…)
Bunda Eden
ini, konon mampu mendaratkan UFO. Sebuah alat transportasi yang menurut
legenda karangan Hollywood adalah milik Alien dan, jujur saja, merupakan
makhluk terbaik untuk meruntuhkan rezim Jokowi.
Memang terdengar tidak mungkin Jonru dan Bunda Eden akan bersatu mengingat Jonru adalah orang pertama yang akan melawan berbagai jenis kepercayaan lain selain agamanya.
Apalagi, konon kepercayaan Bunda Eden dituduh sesat oleh pembawa
kebenaran yang suka kagetan. Ah, tapi inilah satu-satunya jalan bagi
Jonru. Untuk menjatuhkan Jokowi, saya kira bukan hal yang terlalu buruk
bagi beliau untuk merapat ke kubu Bunda Eden. Bergabung menjadi satu
untuk kemudian melakukan revolusi dengan basis masa terhebat sepanjang
sejarah peradaban umat manusia: gabungan antara manusia bertopeng Guy Fawkes dan komplotan Alien suci. Rawrrrrr!
Setidaknya,
ada dua alasan yang membuat Jonru harus percaya bahwa sebenarnya Bunda
Eden juga ingin menurunkan Jokowi. Pertama, ia mengatakan Ahok
adalah orang yang cocok untuk menjadi Presiden Indonesia selain Jokowi.
Kedua, Bunda Eden juga meminta izin kepada Jokowi untuk “memarkir” UFO
di Monas, yang menurut beberapa paranormal di pegunungan Alpen adalah
“peringatan” kepada Jokowi supaya waspada terhadap serangan yang mungkin
akan datang secara tiba-tiba. Entah ramalan ini benar atau salah, masih
tergantung UFO yang dimaksud apakah jadi datang atau tidak.
Sekarang
anggaplah jika keduanya memang bersatu menurunkan Jokowi, dan UFO Bunda
telah terparkir rapi di pelataran Monas. Jonru-Bunda Eden. Kombinasi
ini lebih menjanjikan dibanding duet Fidel Castro-Che Guevara. Jonru yang lebih dingin tentu akan mengontrol pasukannya lewat status-status Facebook
yang membuat jiwa siapa saja bergelora. Sedangkan Bunda Eden, yang
sudah progresif sejak dalam pikiran, akan ikut turun ke jalan, melakukan
long march bersama Alien-alien miliknya. Sekilas, kombinasi ini
bagaikan Kepala Divisi CIA dan Agen lapangannya yang siap menangkap
penjahat sehebat apapun.
Yang membuat gerakan ini lebih hebat
tentunya juga karena para pengikut mereka juga tidak kalah keren.
Perpaduan yang menyeramkan antara manusia bertopeng Guy Fawkes pembela
pribumi dan sekumpulan alien dari negeri antah-berantah tentu akan
membuat Jenderal Moeldoko lekas minta izin mundur dari jabatan.
Bayangkan saja, ketika para alien membasmi tentara dan polisi yang
mencoba menghalangi demonstran dengan senjata berpeluru meteor, militan
bertopeng Guy Fawkes asuhan Jonru diam-diam masuk ke dalam istana dan
gedung parlemen, menaiki atap-atap tiap gedung lantas pada akhrinya
merayakan revolusi yang berhasil dijalankan. Menurut perhitungan kasar
saya, revolusi ini hanya perlu memakan waktu 60 menit (sudah termasuk
istirahat makan nasi kotak).
Kalau sudah begini, tidak ada alasan
bagi Jonru dan Bunda Eden untuk tidak bersatu. Jika memang punya ambisi
untuk itu dan Bunda mengurungkan niat untuk pergi ke surga bersama UFO
miliknya, keduanya bahkan sangat mungkin menjadi Presiden dan Wakil
Presiden. Jonru menjadi RI 1, Bunda Eden menjadi RI 2.
Sungguh mereka akan menjadi pemimpin yang selain sedap dipandang, juga membawa pesan keberagaman yang mulai hilang. Jonru Ginting yang terkenal ekstrem dalam membela keyakinannya
ternyata adalah sosok yang sangat bisa menerima keyakinan Bunda
Eden—yang kerap dijadikan bahan twit oleh manusia kurang kerjaan di
Twitter. Jika ini terjadi, tentu lembaga keagamaan penyembah senyum Chelsea Islan pimpinan Agus Mulyadi
tidak perlu berdiam diri lagi di dalam kamar masing-masing karena takut
dibilang sesat. Mereka dapat menjalankan organisasi sebagaimana partai
politik: merekrut jomblo-jomblo muda untuk bergabung dengan biaya
registrasi hanya beberapa puluh ribu yang sudah termasuk kartu anggota,
bonus poster wajah mbaknya, baju organisasi dan beberapa batang sabun
mandi. Begitupun sekte penyembah Nabillah JKT 48, Pevita Pearce, Mbak AA dan bidadari-bidadari lain.
Tentu tidak akan ada yang berani untuk menjatuhkan rezim Jonru-Bunda Edenah—bahkan untuk sekadar memikirkannya. Penulis Mojok seperti Arman Dhani
pun tidak ingin. Dan jauh lebih penting, tidak perlu ada pemilu lagi.
Bangsa ini tidak perlu lagi dipecah-belah seperti seperti di pilpres
kemarin yang efek permusuhannya begitu dahsyat. Jonru dan Lia Eden akan
memimpin bangsa sampai ke anak cucu mereka.
Maka dari itu, tunggu apalagi, Jonru dan Bunda? Sekaranglah saatnya. RevolUFO adalah koentji!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar