Seperti yang kita
ketahui bersama, seorang blogger yang tidak tahu harus menulis apa alias
kehilangan ide, sudah pasti akan melakukan hal-hal mainstream mudah seperti
membuat review film atau buku. Dan itu yang akan saya lakukan di tulisan ini.
#hufttt
Awalnya saya bingung
mau review film atau buku, tapi film sajalah karna buku yang saya baca
akhir-akhir ini banyak non-fiksi. Kan tidak asik kalau liburan begini
nge-review buku tentang teroris atau perkembangan Hamas di Gaza.
Sebenarnya saya nonton
beberapa film akhir-akhir ini, tapi akhirnya saya memilih untuk mengulas (((halah
mengulas))) film Gone Girl karna film ini diprediksi sebagai salah satu yang
terkuat untuk mendapat penghargaan best picture Oscar tahun ini. Sebagai
catatan, film ini gak ditayangin di Indonesia karna konon sang sutradara, David
Fincher, gak terima filmnya disensor. Sebenarnya udah gak heran karna David Fincher kayaknya emang gak pernah mau filmnya dipotong-potong, contohnya film garapan dia The Girl with the Dragon Tattoo yang juga gak tayang di Indonesia.
(((GONE GIRL TAPI FOTONYA COWOK)))
Setelah menonton Gone
Girl, setidaknya saya tau 2 hal. Pertama: film ini bagus. 2: cewek itu
kadang-kadang licik + sadis juga.
Ya, Gone Girl berkisah
tentang perempuan bernama Amy (Rosamund Pike) yang menikah dengan lelaki
bernama Nick Dunne (Ben Affleck). Keduanya berprofesi sebagai penulis. Dan
ketika Ibu dari Nick sakit, Amy harus mengikuti Nick pindah ke rumah orang
tuanya di Missouri. Di sinilah segala mudharat terjadi.
Ketika datang di rumah
mertuanya, Amy merasa Nick kurang memperhatikan dia. Syahdan, Ibunya Nick pun
meninggal. Mereka berdua lalu tinggal di rumah Ibu Nick dan banyak masalah
terjadi. Masalahnya macem-macem, kalo diceritain nanti spoiler. Singkat kata,
pada ulang tahun ke 5, Nick ada rencana buat cerain Amy, tapi dia ragu.
Akhirnya, Amy yang juga udah punya rencana busuk, nyuruh Nick buat keluar
nyantai. Dan pas Nick pulang, Amy udah gak ada. Drama panjang dimulai.
Nick bingung, dia lapor
polisi karna ngira Amy hilang atau diculik dan kasus itu ditangani seorang
detektif wanita bernama Rhonda Boney (Kim Dickens). Karna Amy seorang penulis
yang sangat terkenal, kasus ini cepat jadi sorotan publik. Nick diminta buat
bikin konferensi pers segala. Dalam menghadapi masalah ini, Nick dibantu
saudara kembarnya Margo (Carrie Coon) yang menurut saya dapat dialog terkeren
di film ini. Nbcnews.com bilang dia “secret weapon” di Gone Girl.
Sementara semua orang
bingung, Nick dan sang detektif dibawa main tebak-tebakan akibat pesan dari Amy
yang membawa ke kesimpulan: Nick adalah orang yang membunuh Amy. Kenapa Amy
begitu? Karna seengaknya Nick udah bikin Amy sakit hati ditambah dia selingkuh
dengan muridnya sendiri. Btw, muridnya cantik. #halah
Setelah mengikuti
perkembangan kasus dan terpengaruh dari teka-teki Amy, detektif Boney maupun
masyarakat yang ngikutin masalah itu mulai curiga Nick adalah pembunh Amy.
Meski ngebantah, alasan buat jeblosin Nick ke penjara udah terlalu kuat karna
“permainan” yang dibuat Amy sangat rapi.
Sementara di tempat
lain, Amy lagi nikmatin hidup dan berharap sandiwaranya diterima publik
sehingga suaminya ditangkap lalu dihukum mati karna hukum di sana melegalkan
hal tersebut.
Tapi Nick pintar, dia
nyewa pengacara hebat dan Amy kebalik terdesak. Naas Amy malah dirampok
tetangga di lingkungan baru. Dia kehilangan uang dan mau gak mau harus main
sandiwara baru lagi. Korbannya kali ini Desi Collings (Neil Patrick Harris),
mantanya waktu SMA yang kaya. Dan dia jadi korban “psikopat” nya Amy. Amy
benar-benar licik lah pokoknya.
Di sini, peran Amy
sebagai “sick girl” menurut saya
benar-benar sukses. Dia kelihatan sangat depresif sehingga Collings gak sadar
Amy punya rencana busuk. Btw, saat berperan “sakit” inilah Rosemund Pike dapat
apresiasi yang cukup besar dari penggemar film. Dan saya sendiri juga suka,
terlebih pemeran yang “sakit” memang jadi salah satu karakter favorit saya di
setiap film. Tahun lalu ada Cate Blanchett di Blue Jasmine yang perannya sukses
bikin dia jadi pemenang Oscar kategori aktris terbaik.
Rosamund Pike di Gone Girl (Amy)
Lebih dari itu,
karakter yang “sakit” biasanya menampilkan akting yang lebih oke. Pada karakter
semacam ini juga biasanya dialog-dialog
keren muncul. Apalagi yang peran “sakit” nya ada dua orang kayak Osage Country
di mana ada Meryl Streep vs Julia Robert. Asu pokoknya.
Balik lagi ke Gone
Girl, endingnya cukup emosional. Amy dan Nick akhirnya balikan lagi dan di
posisi sama-sama serba salah. Mereka sama-sama tau mereka bangsat dan mau pisah
tapi itu malah bikin mereka harus tetap sama-sama. Pokoknya Oxymoron abis.
Dari segi dialog,
menurut saya lumayan bagus. Bumbu komedinya pun pas. Khas film-film dengan
genre begini. Mungkin karna Screenplay-nya langsung digarap sama penulis
novelnya sendiri, Gillian Flynn. Dan mungkin, film ini juga bisa jadi pemenang
best screenplay adaptation di Oscar nanti.
Terakhir, kalau kalian
suka film, Gone Girl yang dapat 8.4 di IMDB harus wajib kalian tonton karna
film ini lumayan bagus dan berkelas serta tampil beda dengan scene yang
berdasarkan catatan waktu, membuat saya ingat pada novel Carrie-nya Stephen
King. Untuk peluang best picture sendiri kayaknya ada kemungkinan menang buat
Gone Girl meski harus bersaing dengan Boyhood, ToE, The Grand Budapest Hotel
dan sederet film keren lain. Tapi, yang paling penting, aku padamu, mbak
Rosamund Pike.
Mb.....
- Rating kelayakan tonton: R ( Konten film bawa-bawa darah, agak seksual, dan bahasa yang ada caci maki)
- Genre: Mistery & Suspense, Drama
- Sutradara: David Fincher
- Screenplay: Gillian Flynn
- US Box Office: $164.4M
- Lama film: 2jam 25menit