“ini dek, buburnya”. Ucap seorang ibu kantin yang
berumur sekita 40 tahun lebih dengan suara lemah dan tergesa-gesa, mungkin itu
karna ia harus melayani pelanggan lain, ibu itu lalu memberi bubur ke seorang
pembeli yang sedang memainkan handphone-nya, anak itu terlihat bertubuh sedang,
putih, rambutnya belah samping, dan mukanya sedikit lesu, mungkin jika dipaksa
untuk dimirip-miripin dengan artis, iya bisa disebut mirip Brad Pitt......yang
baru saja jatuh dari gedung bertingkat dengan posisi muka terlebih dulu sampai
tanah. Hancur . Dan seorang anak yang baru saja saya hina itu kini berusia 17tahun,
namanya Roy. Saputa Roy. Ia seorang anak keturunan Kalimantan yang sekarang
tinggal dipulau jawa. Roy sekarang kelas 2 SMA, tak seperti temannya yang lain,
roy sedikit cupu, itu bisa diliat dari gayanya yang jarang bergaul, bahkan ia
hanya keluar rumah jika ada hal-hal yang darurat saja, mungkin jika ada banjir
bandang atau tsunami. Didepan teman-temannya pun Roy berlaku demikian, ia juga
dianggap seorang kutu buku oleh temannya, padahal ia sama sekali tidak suka
membaca. Karna kelakukannya yang kurang bergaul, ia hanya mempunyai satu orang
sahabat. Sahabatnya bernama Clara, gadis keturunan Indo-German yang sekarang
memilih menetap di Indonesia, mengikuti Ayahnya. Clara sangat manis, itu
terbukti dari senyumnya yang membuat orang-orang percaya bahwa surga tak hanya
ditelapak kaki ibu. Tak hanya itu, Clara juga memiliki kulit berwarna putih,
tingginya sekitar 170cm, rambutnya panjang terurai, hidungnya mancung, mukanya
juga bersih, terlihat sekali ia seorang wanita yang gemar merawat diri.
Roy dan Clara sudah bersahabat cukup lama, dari SD
sampai SMP mereka bersekolah ditempat yang sama. Clara adalah seorang anak
tunggal dari pernikahan yang tentu saja antara ayahnya dan ibunya. Tapi Clara
sekarang hanya tinggal bersama ayahnya yang berusia sekitar 40tahun, ayah Clara
adalah seorang yang super sibuk dengan pekerjaan dan sering tidak berada
dirumah. Sedangkan tentang ibu Clara, roy tidak begitu tau, Clara tidak pernah
mau bercerita, ia hanya mengatakan bahwa ia sulit untuk bertemu dengan ibunya
karna ibunya berada ditempat yang menakutkan. Mungkin saja itu karna ibu Clara
sedang disandera oleh sekelompok perompak dari Somalia. Mungkin.
Hari-hari antara Roy dan Clara begitu menyenangkan,
hampir apa yang dilakukan Roy juga dilakukan Clara. Kecuali jika Roy sedang
sholat Jum’at. Roy dan Clara juga berangkat sekolah bersama-sama, mereka berangkat
menggunakan motor matic yang sudah mereka gunakan sejak masa SMP. Begitu juga
pulang sekolah, Roy dan Clara selalu pulang bersama. Terlihat sekali mereka
seorang sahabat yang begitu akrab.
Mengingat kedekatan antara Roy dan Clara yang begitu
dekat, banyak teman-teman sekelas yang menganggap mereka berdua pacaran.
Misalnya Jose, dia teman sekelas Roy dan Clara yang mempunyai tubuh langsing, tingginya
sedang, matanya bulat, dan berambut sedikit kalas. Jose adalah anak yang sangat
rumpi, ia ingin tahu apa saja tentang seseorang, tentu saja hal itu untuk jadi
bahan gosipnya dengan teman-teman perempuannya, jika saja kau pernah melihat
seorang lelaki yang semua temannya perempuan dan suka bergosip, itu artinya
secara tidak langsung kau telah mengetahui gaya Jose. Sampai suatu hari hasrat
kepo di dalam tubuh Jose pun berada pada puncaknya, sehingga ia pun bertanya
kepada roy “Roy, kamu dan Clara itu pacaran ya? Cieee...”. Roy tidak menjawab,
ia hanya diam mendengar pertanyaan dari Jose. Tapi Jose tak mau menyerah, ia
kembali bertanya “Jawab dong Roy! Kalo kamu gak jawab bearti benar dong kamu
pacaran sama Clara. Cieeee..”. Roy tetap
diam meski ia mendengar potongan kalimat Jose yang berbunyi ‘kalo gak jawab
berarti benar’ , ia tau bahwa kalimat yang dikeluarkan Jose hanyalah kaimat
pancingan murahan. Roy pun memilih pergi
ketempat lain daripada meladeni wartawan seperti Jose. Wartawan Gosip.
***
Sampai suatu hari, tepatnya hari senin, saat itu
para murid baru saja selesai upacara, Roy kembali ke kelas bersama Clara,
setelah cukup lama menunggu guru mata pelajaran, akhirnya guru itu pun datang,
tapi tak seperti biasanya, kali ini sang guru datang sambil membawa seorang
lelaki yang bertubuh tinggi besar, rambutnya gondrong, memiliki kulit sawo
matang, hidungnya mancung, matanya sedikit sendu dan ada sedikit bekas luka di
pipi kirinya. Sepertinya anak manusia. Ia juga
memakai baju seragam sekolah lain. Ah, anak baru. Tak lama kemudian, ibu
guru mengatakan bahwa murid yang ada disampingya itu benar adalah murid baru.
Ibu guru langsung mempersilahkan murid baru tersebut untuk memperkenalkan diri,
ternyata murid itu bernama Jonathand, nama panjangnya saya lupa karna memang
tidak penting. Setelah memperkenalkan diri, ibu guru pun mempersilahkan
jonathand untuk mencari tempat duduk. Ia kemudian duduk di belakang bangku
Clara karna hanya bangku itu yang tersisa.
Tak lama bagi jonathand untuk mencari teman, bahkan
hanya dalam waktu 2minggu ia sudah dikenal oleh seluruh murid. Mungkin itu
karna sifatnya yang mudah bergaul, ya jonathand memang cepat akrab dengan orang
lain, ia murah senyum dan memang tampan tapi agak sedikit sombong dengan
orang-orang seperti Roy. Jonathand pun seketika menjadi populer di sekolahnya,
banyak wanita yang ingin berkenalan dengannya, sampai-sampai ada mereka yang
rela mengikuti kemana pun jonathand pergi, meski mereka tau jonathand tidak
tertarik sama sekali dengan mereka. Memang sedikit hina.
Tak hanya itu, Jonathand pun sekarang sudah mulai
akrab dengan Clara, mereka juga sering pulang bersama. Clara juga terlihat
antusias jika sedang bersama Jonathand. Makin hari kedekatan mereka seperti
populasi alay; Meningkat. Perlahan-lahan peran Roy sebagai sahabat Clara pun
mulai digantikan oleh Jonathand.
Kedekatan mereka tidak terlalu disenangi oleh Roy,
terlebih ketika suatu hari, waktu itu Roy sedang keluar rumah dan melihat ke
arah rumah Clara karna memang rumah mereka berdekatan, saat itu ia melihat ada
seorang Pria memakai motor Kawasaki berwarna merah didepan rumah Clara, pria
itu berjaket parasut, memakai celana jeans, dan sedang mengambil handphone dari
sakunya untuk kemudian menelpon seseorang. Setelah mengamati beberapa saat,
akhirnya Roy sadar bahwa pria itu adalah Jonathand. Dan parahnya Jonathand
sedang menunggu Clara untuk mengajaknya jalan-jalan, saat itu sedang malam
minggu, atau lebih sering dikenal sabtu malam bagi kaum jomblo. Tak lama
setelah Jonathand selesai menelpon, muncullah seorang wanita memakai baju hitam
yang sedikit robek, celana kotor berwarna putih, sendal jepit wanra hijau, dan
membawa sebuah kantong lusuh dibelakangnya. Bukan, wanita itu bukan Clara, tapi
pemulung lewat. Setelah beberapa saat, Clara pun datang, iya Clara, kali ini
Clara asli, ia datang ke tempat jonathand memakai baju lengan pendek berwarna
ungu, celana panjang hitam dan sepatu high hills yang panjangnya sekitar 78cm,
oh tidak sepertinya tinggi high hills itu hanya 7cm. Pakaiannya mungkin
terdengar sedikit simple, tapi satu hal yang harus kau tau ketika melihat ia
seperti itu; ia begitu cantik. Clara berjalan pelan menuju Jonathand, langkah
kakinya teratur, tidak terlalu cepat, tapi tidak terlalu pelan, sangat
bersahaja, tidak seperti perempuan biasanya. Roy yang melihat Clara dari
kejauhan hanya bisa diam sambil sesekali mengucap subhanallah dalam hati, itu
mungkin karna ia baru pertama kali melihat Clara secantik itu. Memang malam itu
clara tidak hanya manis, tapi ia juga maniezzzzz.
Jonathand pun menyambut hangat Clara sambil menyuruh
Clara naik ke motornya yang bersih dan gaul itu. Jika dilihat gaya dari
keduanya, terlihat sekali Jonathand dan Clara seperti tidak mau menyia-nyiakan
perjalanan mereka malam ini. Sedangkan Roy, ia hanya bisa diam sambil berjalan
kebelakang, menuju rumahnya sambil terbayang-bayang wajah Clara yang mempesona
malam itu. Roy sedikit memperlambat jalannya, dan mencoba melihat kebelakang
sambil berharap Clara tidak jadi berangkat karna motor jonathand kehabisan
bensin atau ban-nya tiba-tiba lepas atau stang motornya tiba-tiba patah. Tapi
itu tidak terjadi, Clara dan Jonathand sudah berjalan terlalu jauh. Meninggalkan
Roy dengan hati-nya yang sedang rapuh.
Saat sampai dirumah Roy langsung berbaring di
kamarnya, menghadap langit-langit kamar sambil berfikir tentang apa yang telah
ia rasakan, Roy sedikit bingung dengan perasaanya, sebagai sahabat ia harusnya
senang melihat kedekatan antara Clara dan Jonathand. Tetapi sebaliknya, Roy
malah cemburu. Mungkin saat ini Roy sedang berada di situasi ‘menyukai sahabat
sendiri’. Memang, dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan, ada
kemungkinan dimana salah satu dari mereka ada yang menyimpan perasaan. Dan
mungkin kau juga mengalaminya, persis seperti Roy. Baik itu perasaan suka atau
sebatas hanya mengagumi. Saat itu, Roy masih menatap langit kamar dan melihat bola
lampu, sambil sedikit memejamkan mata karna cahaya lampunya begitu terang. Meskipun
matanya silau karna begitu terangnya bola lampu, Roy tetap saja menatapnya.
Mungkin patah hati ada hubungannya dengan syaraf-syaraf di otak sehingga saat
itu Roy sedikit ngehe’.
Paginya, Roy bangun sedikit kesiangan, mungkin karna
terlalu lama merenung dan bersedih tadi malam. Seperti kebanyakan remaja
lainnya, hal pertama yang Roy lakukan setelah bangun tidur adalah lari keliling
kota..oh tidak, maksud saya adalah mengecek hape. Roy mengecek hapenya sambil
berharap ada notifikasi atau sms dari teman-teman wanitanya. Terlebih dari
Clara. Memang saat itu ada banyak sms yang masuk di hape Roy, tapi semuanya
bukan dari teman-teman wanitanya atau dari Clara, melainkan sms dari operator.
Ngenes.
Tak lama kemudian, terdengar suara dari hape Roy. Sepertinya
itu suara pemberitahuan jika ada SMS masuk. Seperti biasa, Roy begitu cepat
membuka pesan itu, karna pada dasarnya seorang jomblo selalu antusias untuk
mengecek setiap sms masuk dihapenya sambil berharap itu adalah sms dari orang
yang dia suka. Iya, emang keliatan ngarepnya. Dan saat Roy membuka pesan
dihapenya, terlihat nama sang pengirim, kali ini sang pengirim benar-benar
Clara. IYA BENAR ITU DARI CLARA!!!. Sengaja huruf besar semua supaya makin
percaya. Roy sedikit terkejut, iya meng-scroll kebawah untuk melihat isi pesan,
isi pesannya berbunyi “Roy, kamu lagi sibuk gak? Kalo ngak kerumah aku dong
:)”. Ah, seketika Roy tercengang setelah melihat pesan singkat dari Clara,
gayanya langsung tidak biasa, ia begitu bersemangat, saking semangatnya sampai-sampai
pagi itu ia sholat subuhnya 4rakaat. Tapi tak hanya itu, ada satu hal yang jika
diperhatikan begitu menarik dari pesan singkat yang diberikan oleh Clara. Iya,
emoticon “:)” di akhir kalimat yang membuat Roy benar-benar terbang. Bagaimana
tidak, iya sudah lama tidak mendapatkan
senyum dari Clara, meskipun itu hanya sebatas emoticon di pesan singkat, Roy
juga sebenarnya tidak tau senyum itu maksudnya baik atau tidak, tapi
percayalah, ketika seseorang sudah terlalu berharap, seperti apapun hal yang
diberikan oleh dia yang dicinta, sudah pasti akan selalu terasa baik.
Roy pun bersiap, ia langsung menutup hape dan
langsung masuk ke WC untuk mandi. Setelah itu Roy pun memakai baju. Bajunya
saat itu sebuah dress warna pink, oh tidak itu baju ibunya. Ternyata dia
memakai baju club kesukaannya, Liverpool, sepertinya itu Jersey Liverpool yang
KW 69. Sesaat setelah akan berangkat, Roy tiba-tiba diam sebentar dan merasakan
ada sesuatu yang aneh, iya merasakan ada suatu semangat yang banyak dalam
hatinya. Semangat yang sudah jarang ia rasakan. Semangat yang sudah lama
ditunggu-tunggu. Semangat yang membuatnya semakin ingin cepat pergi. Semangat
untuk bertemu Clara lagi.
Roy bergegas keluar rumah dan langsung menuju rumah
Clara. Semangat roy saat itu belum juga padam. Tentu saja itu karna iya akan
bertemu dan bermain bersama sahabatnya lagi.
Tak lama kemudian, Roy pun datang dirumah Clara. Iya
mengamati rumah sahabatnya itu yang sekarang sudah mulai asing bagi dirinya.
Roy memang tidak pernah kerumah Clara sejak Clara dekat dengan Jonathand. Roy
langsung memencet bel rumah Clara, bel itu pun berbunyi masih seperti dulu, Bahkan
Roy masih ingat dengan baik nada bel itu. Selang beberapa saat, muncullah
Clara, sang sahabat yang akhir-akhir ini menjelma menjadi wanita idaman Roy.
Clara langsung menyuruh Roy masuk dan mengajaknya duduk ditempat biasa mereka
bersantai. Saat itu Clara tiba-tiba menangis, ia menjatuhkan kepalanya di
pundak Roy, ia menangis begitu kuat, entah karena apa tapi sepertinya itu bukan
tangisan bahagia atau terharu. Roy yang sedang terkejut langsung mengusap-usap
rambut Clara. Roy lalu bertanya kepada Clara “kamu kenapa?”. Clara yang saat
itu menangis hanya bisa menjawab “ini karna Jonathand, Roy”. Roy diam, ia tak
mau melanjutkan bertanya dengan pertanyaan seperti ‘memangnya jonathand
kenapa?’, karna ia tau pertanyaan semacam itu hanya akan menambah tangis Clara.
Memang yang dilakukan Roy itu baik untuk Clara, tapi tidak baik untuk Saya,
Kamu, dan Roy sendiri karna kita sama-sama tidak tau apa yang Jonathand lakukan
kepada Clara. Semoga tuhan melindungi kita dari rasa Kepo.
Setelah tangis Clara perlahan-lahan berhenti, Roy
langsung mengambilkannya air putih. Sesaat kemudian, Clara tiba-tiba berbicara
dengan omongan tersendat-sendat, dia berkata “maafin aku ya Roy, akhir-akhir
ini aku udah ngelupain kamu jadi sahabat”.
“ngak apa-apa, mungkin kamu ada urusan lain.” jawab
roy sok tegar seolah-olah beberapa hari yang lalu ia tidak hampir gila karna
patah hati memikirkan Clara.
“tapi kamu benaran gak marah kan roy” balas Clara
lagi.
“gak lah, kalo aku marah nanti bahaya, bisa-bisa
Arya Wiguna jadi istri Eyang subur” jawab Roy sok lucu dan sok asik.
Clara kemudian tertawa dan perlahan-lahan
menghentikan tangisnya. Setelah itu ia berkata kepada Roy
“aku beruntung punya sahabat baik kayak kamu roy”
“ah kamu drama” balas Roy kalem.
“ngak roy ini serius”
“emangnya sahabat yang baik itu gimana?”
“ya yang kayak kamu, yang selalu ada saat aku sedih”
“memangnya sekarang kamu lagi sedih?”
"setelah aku nangis tadi, kamu masih mau bilang
aku lagi senang gitu?”
Roy tertawa, begitu juga dengan Clara, setelah itu
mereka masih berbincang-bincang dan hari pun tak terasa sudah hampir menjelang
malam. Roy langsung mengatakan pada Clara kalau dia akan pulang ke rumah.
“Clara, aku pulang dulu ya?”
“eh iya deh Roy... tapi tunggu sebentar, aku mau
bilang maaf sekali lagi karna aku udah jauh dari kamu waktu lagi deket sama
Jonathand”
“Ah, masalah itu lupain aja, aku juga biasa aja kok
waktu kamu sama Jonathand lagi deket.” Lagi-lagi jawaban Roy sok tegar, sok
kuat, sok mengikhlaskan.
“kamu emang sahabat yang baik Roy, kamu juga udah
mau nerima kekurangan aku selama ini.”
“tunggu, aku mau nanya sebentar, emang sahabat mana
sih yang gak mau nerima kekurangan sahabatnya sendiri.” Jawab Roy sambil
tersenyum. Senyum Roy saat itu juga dibalas oleh senyum tipis di bibir Clara.
Roy kemudian berjalan meninggalkan rumah Clara dan pulang kerumahnya. Setelah
melihat bayang Roy yang perlahan-lahan hilang, Clara langsung menutup pintu
rumahnya sambil mengemas gelas bekas minuman yang ia minum bersama Roy.
***
Saat cerita berhenti di Clara menutup pintu
rumahnya, saat itu juga saya dan Roy meninggalkan meja kantin tempat kami
memesan bubur dan teh panas tadi. Saya juga meminum teh saya yang sedikit lagi
akan habis sebelum dimasuki semut-semut imut yang telah lama mengintai cangkir
saya. Begitu juga dengan Roy, ia langsung menghabiskan sisa-sisa bubur di
mangkuknya yang sudah mulai dingin karna terlalu lama didiamkan. Setelah selesai
dengan makanan di meja kami, saya langsung memasang jaket untuk kemudian menemani Roy yang sebelumnya
telah lebih dulu ke meja kasir untuk
membayar. Sungguh kisah yang menarik telah Roy ceritakan kepada saya yang baru
saja saya bagi dengan Anda.
update lagi dong :3
BalasHapus