Selasa, 28 Mei 2013

Akhir Yang Manis



“ini dek, buburnya”. Ucap seorang ibu kantin yang berumur sekita 40 tahun lebih dengan suara lemah dan tergesa-gesa, mungkin itu karna ia harus melayani pelanggan lain, ibu itu lalu memberi bubur ke seorang pembeli yang sedang memainkan handphone-nya, anak itu terlihat bertubuh sedang, putih, rambutnya belah samping, dan mukanya sedikit lesu, mungkin jika dipaksa untuk dimirip-miripin dengan artis, iya bisa disebut mirip Brad Pitt......yang baru saja jatuh dari gedung bertingkat dengan posisi muka terlebih dulu sampai tanah. Hancur . Dan seorang anak yang baru saja saya hina itu kini berusia 17tahun, namanya Roy. Saputa Roy. Ia seorang anak keturunan Kalimantan yang sekarang tinggal dipulau jawa. Roy sekarang kelas 2 SMA, tak seperti temannya yang lain, roy sedikit cupu, itu bisa diliat dari gayanya yang jarang bergaul, bahkan ia hanya keluar rumah jika ada hal-hal yang darurat saja, mungkin jika ada banjir bandang atau tsunami. Didepan teman-temannya pun Roy berlaku demikian, ia juga dianggap seorang kutu buku oleh temannya, padahal ia sama sekali tidak suka membaca. Karna kelakukannya yang kurang bergaul, ia hanya mempunyai satu orang sahabat. Sahabatnya bernama Clara, gadis keturunan Indo-German yang sekarang memilih menetap di Indonesia, mengikuti Ayahnya. Clara sangat manis, itu terbukti dari senyumnya yang membuat orang-orang percaya bahwa surga tak hanya ditelapak kaki ibu. Tak hanya itu, Clara juga memiliki kulit berwarna putih, tingginya sekitar 170cm, rambutnya panjang terurai, hidungnya mancung, mukanya juga bersih, terlihat sekali ia seorang wanita yang gemar merawat diri.

Roy dan Clara sudah bersahabat cukup lama, dari SD sampai SMP mereka bersekolah ditempat yang sama. Clara adalah seorang anak tunggal dari pernikahan yang tentu saja antara ayahnya dan ibunya. Tapi Clara sekarang hanya tinggal bersama ayahnya yang berusia sekitar 40tahun, ayah Clara adalah seorang yang super sibuk dengan pekerjaan dan sering tidak berada dirumah. Sedangkan tentang ibu Clara, roy tidak begitu tau, Clara tidak pernah mau bercerita, ia hanya mengatakan bahwa ia sulit untuk bertemu dengan ibunya karna ibunya berada ditempat yang menakutkan. Mungkin saja itu karna ibu Clara sedang disandera oleh sekelompok perompak dari Somalia. Mungkin.

Hari-hari antara Roy dan Clara begitu menyenangkan, hampir apa yang dilakukan Roy juga dilakukan Clara. Kecuali jika Roy sedang sholat Jum’at. Roy dan Clara juga berangkat sekolah bersama-sama, mereka berangkat menggunakan motor matic yang sudah mereka gunakan sejak masa SMP. Begitu juga pulang sekolah, Roy dan Clara selalu pulang bersama. Terlihat sekali mereka seorang sahabat yang begitu akrab.

Mengingat kedekatan antara Roy dan Clara yang begitu dekat, banyak teman-teman sekelas yang menganggap mereka berdua pacaran. Misalnya Jose, dia teman sekelas Roy dan Clara yang mempunyai tubuh langsing, tingginya sedang, matanya bulat, dan berambut sedikit kalas. Jose adalah anak yang sangat rumpi, ia ingin tahu apa saja tentang seseorang, tentu saja hal itu untuk jadi bahan gosipnya dengan teman-teman perempuannya, jika saja kau pernah melihat seorang lelaki yang semua temannya perempuan dan suka bergosip, itu artinya secara tidak langsung kau telah mengetahui gaya Jose. Sampai suatu hari hasrat kepo di dalam tubuh Jose pun berada pada puncaknya, sehingga ia pun bertanya kepada roy “Roy, kamu dan Clara itu pacaran ya? Cieee...”. Roy tidak menjawab, ia hanya diam mendengar pertanyaan dari Jose. Tapi Jose tak mau menyerah, ia kembali bertanya “Jawab dong Roy! Kalo kamu gak jawab bearti benar dong kamu pacaran sama Clara. Cieeee..”.  Roy tetap diam meski ia mendengar potongan kalimat Jose yang berbunyi ‘kalo gak jawab berarti benar’ , ia tau bahwa kalimat yang dikeluarkan Jose hanyalah kaimat pancingan murahan. Roy pun  memilih pergi ketempat lain daripada meladeni wartawan seperti Jose. Wartawan Gosip.

***

Sampai suatu hari, tepatnya hari senin, saat itu para murid baru saja selesai upacara, Roy kembali ke kelas bersama Clara, setelah cukup lama menunggu guru mata pelajaran, akhirnya guru itu pun datang, tapi tak seperti biasanya, kali ini sang guru datang sambil membawa seorang lelaki yang bertubuh tinggi besar, rambutnya gondrong, memiliki kulit sawo matang, hidungnya mancung, matanya sedikit sendu dan ada sedikit bekas luka di pipi kirinya. Sepertinya anak manusia. Ia juga  memakai baju seragam sekolah lain. Ah, anak baru. Tak lama kemudian, ibu guru mengatakan bahwa murid yang ada disampingya itu benar adalah murid baru. Ibu guru langsung mempersilahkan murid baru tersebut untuk memperkenalkan diri, ternyata murid itu bernama Jonathand, nama panjangnya saya lupa karna memang tidak penting. Setelah memperkenalkan diri, ibu guru pun mempersilahkan jonathand untuk mencari tempat duduk. Ia kemudian duduk di belakang bangku Clara karna hanya bangku itu yang tersisa.

Tak lama bagi jonathand untuk mencari teman, bahkan hanya dalam waktu 2minggu ia sudah dikenal oleh seluruh murid. Mungkin itu karna sifatnya yang mudah bergaul, ya jonathand memang cepat akrab dengan orang lain, ia murah senyum dan memang tampan tapi agak sedikit sombong dengan orang-orang seperti Roy. Jonathand pun seketika menjadi populer di sekolahnya, banyak wanita yang ingin berkenalan dengannya, sampai-sampai ada mereka yang rela mengikuti kemana pun jonathand pergi, meski mereka tau jonathand tidak tertarik sama sekali dengan mereka. Memang sedikit hina.

Tak hanya itu, Jonathand pun sekarang sudah mulai akrab dengan Clara, mereka juga sering pulang bersama. Clara juga terlihat antusias jika sedang bersama Jonathand. Makin hari kedekatan mereka seperti populasi alay; Meningkat. Perlahan-lahan peran Roy sebagai sahabat Clara pun mulai digantikan oleh Jonathand.

Kedekatan mereka tidak terlalu disenangi oleh Roy, terlebih ketika suatu hari, waktu itu Roy sedang keluar rumah dan melihat ke arah rumah Clara karna memang rumah mereka berdekatan, saat itu ia melihat ada seorang Pria memakai motor Kawasaki berwarna merah didepan rumah Clara, pria itu berjaket parasut, memakai celana jeans, dan sedang mengambil handphone dari sakunya untuk kemudian menelpon seseorang. Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya Roy sadar bahwa pria itu adalah Jonathand. Dan parahnya Jonathand sedang menunggu Clara untuk mengajaknya jalan-jalan, saat itu sedang malam minggu, atau lebih sering dikenal sabtu malam bagi kaum jomblo. Tak lama setelah Jonathand selesai menelpon, muncullah seorang wanita memakai baju hitam yang sedikit robek, celana kotor berwarna putih, sendal jepit wanra hijau, dan membawa sebuah kantong lusuh dibelakangnya. Bukan, wanita itu bukan Clara, tapi pemulung lewat. Setelah beberapa saat, Clara pun datang, iya Clara, kali ini Clara asli, ia datang ke tempat jonathand memakai baju lengan pendek berwarna ungu, celana panjang hitam dan sepatu high hills yang panjangnya sekitar 78cm, oh tidak sepertinya tinggi high hills itu hanya 7cm. Pakaiannya mungkin terdengar sedikit simple, tapi satu hal yang harus kau tau ketika melihat ia seperti itu; ia begitu cantik. Clara berjalan pelan menuju Jonathand, langkah kakinya teratur, tidak terlalu cepat, tapi tidak terlalu pelan, sangat bersahaja, tidak seperti perempuan biasanya. Roy yang melihat Clara dari kejauhan hanya bisa diam sambil sesekali mengucap subhanallah dalam hati, itu mungkin karna ia baru pertama kali melihat Clara secantik itu. Memang malam itu clara tidak hanya manis, tapi ia juga maniezzzzz.

Jonathand pun menyambut hangat Clara sambil menyuruh Clara naik ke motornya yang bersih dan gaul itu. Jika dilihat gaya dari keduanya, terlihat sekali Jonathand dan Clara seperti tidak mau menyia-nyiakan perjalanan mereka malam ini. Sedangkan Roy, ia hanya bisa diam sambil berjalan kebelakang, menuju rumahnya sambil terbayang-bayang wajah Clara yang mempesona malam itu. Roy sedikit memperlambat jalannya, dan mencoba melihat kebelakang sambil berharap Clara tidak jadi berangkat karna motor jonathand kehabisan bensin atau ban-nya tiba-tiba lepas atau stang motornya tiba-tiba patah. Tapi itu tidak terjadi, Clara dan Jonathand sudah berjalan terlalu jauh. Meninggalkan Roy dengan hati-nya yang sedang rapuh.

Saat sampai dirumah Roy langsung berbaring di kamarnya, menghadap langit-langit kamar sambil berfikir tentang apa yang telah ia rasakan, Roy sedikit bingung dengan perasaanya, sebagai sahabat ia harusnya senang melihat kedekatan antara Clara dan Jonathand. Tetapi sebaliknya, Roy malah cemburu. Mungkin saat ini Roy sedang berada di situasi ‘menyukai sahabat sendiri’. Memang, dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan, ada kemungkinan dimana salah satu dari mereka ada yang menyimpan perasaan. Dan mungkin kau juga mengalaminya, persis seperti Roy. Baik itu perasaan suka atau sebatas hanya mengagumi. Saat itu, Roy masih menatap langit kamar dan melihat bola lampu, sambil sedikit memejamkan mata karna cahaya lampunya begitu terang. Meskipun matanya silau karna begitu terangnya bola lampu, Roy tetap saja menatapnya. Mungkin patah hati ada hubungannya dengan syaraf-syaraf di otak sehingga saat itu Roy sedikit ngehe’.

Paginya, Roy bangun sedikit kesiangan, mungkin karna terlalu lama merenung dan bersedih tadi malam. Seperti kebanyakan remaja lainnya, hal pertama yang Roy lakukan setelah bangun tidur adalah lari keliling kota..oh tidak, maksud saya adalah mengecek hape. Roy mengecek hapenya sambil berharap ada notifikasi atau sms dari teman-teman wanitanya. Terlebih dari Clara. Memang saat itu ada banyak sms yang masuk di hape Roy, tapi semuanya bukan dari teman-teman wanitanya atau dari Clara, melainkan sms dari operator. Ngenes.

Tak lama kemudian, terdengar suara dari hape Roy. Sepertinya itu suara pemberitahuan jika ada SMS masuk. Seperti biasa, Roy begitu cepat membuka pesan itu, karna pada dasarnya seorang jomblo selalu antusias untuk mengecek setiap sms masuk dihapenya sambil berharap itu adalah sms dari orang yang dia suka. Iya, emang keliatan ngarepnya. Dan saat Roy membuka pesan dihapenya, terlihat nama sang pengirim, kali ini sang pengirim benar-benar Clara. IYA BENAR ITU DARI CLARA!!!. Sengaja huruf besar semua supaya makin percaya. Roy sedikit terkejut, iya meng-scroll kebawah untuk melihat isi pesan, isi pesannya berbunyi “Roy, kamu lagi sibuk gak? Kalo ngak kerumah aku dong :)”. Ah, seketika Roy tercengang setelah melihat pesan singkat dari Clara, gayanya langsung tidak biasa, ia begitu bersemangat, saking semangatnya sampai-sampai pagi itu ia sholat subuhnya 4rakaat. Tapi tak hanya itu, ada satu hal yang jika diperhatikan begitu menarik dari pesan singkat yang diberikan oleh Clara. Iya, emoticon “:)” di akhir kalimat yang membuat Roy benar-benar terbang. Bagaimana tidak, iya sudah  lama tidak mendapatkan senyum dari Clara, meskipun itu hanya sebatas emoticon di pesan singkat, Roy juga sebenarnya tidak tau senyum itu maksudnya baik atau tidak, tapi percayalah, ketika seseorang sudah terlalu berharap, seperti apapun hal yang diberikan oleh dia yang dicinta, sudah pasti akan selalu terasa baik.

Roy pun bersiap, ia langsung menutup hape dan langsung masuk ke WC untuk mandi. Setelah itu Roy pun memakai baju. Bajunya saat itu sebuah dress warna pink, oh tidak itu baju ibunya. Ternyata dia memakai baju club kesukaannya, Liverpool, sepertinya itu Jersey Liverpool yang KW 69. Sesaat setelah akan berangkat, Roy tiba-tiba diam sebentar dan merasakan ada sesuatu yang aneh, iya merasakan ada suatu semangat yang banyak dalam hatinya. Semangat yang sudah jarang ia rasakan. Semangat yang sudah lama ditunggu-tunggu. Semangat yang membuatnya semakin ingin cepat pergi. Semangat untuk bertemu Clara lagi.

Roy bergegas keluar rumah dan langsung menuju rumah Clara. Semangat roy saat itu belum juga padam. Tentu saja itu karna iya akan bertemu dan bermain bersama sahabatnya lagi.

Tak lama kemudian, Roy pun datang dirumah Clara. Iya mengamati rumah sahabatnya itu yang sekarang sudah mulai asing bagi dirinya. Roy memang tidak pernah kerumah Clara sejak Clara dekat dengan Jonathand. Roy langsung memencet bel rumah Clara, bel itu pun berbunyi masih seperti dulu, Bahkan Roy masih ingat dengan baik nada bel itu. Selang beberapa saat, muncullah Clara, sang sahabat yang akhir-akhir ini menjelma menjadi wanita idaman Roy. Clara langsung menyuruh Roy masuk dan mengajaknya duduk ditempat biasa mereka bersantai. Saat itu Clara tiba-tiba menangis, ia menjatuhkan kepalanya di pundak Roy, ia menangis begitu kuat, entah karena apa tapi sepertinya itu bukan tangisan bahagia atau terharu. Roy yang sedang terkejut langsung mengusap-usap rambut Clara. Roy lalu bertanya kepada Clara “kamu kenapa?”. Clara yang saat itu menangis hanya bisa menjawab “ini karna Jonathand, Roy”. Roy diam, ia tak mau melanjutkan bertanya dengan pertanyaan seperti ‘memangnya jonathand kenapa?’, karna ia tau pertanyaan semacam itu hanya akan menambah tangis Clara. Memang yang dilakukan Roy itu baik untuk Clara, tapi tidak baik untuk Saya, Kamu, dan Roy sendiri karna kita sama-sama tidak tau apa yang Jonathand lakukan kepada Clara. Semoga tuhan melindungi kita dari rasa Kepo.

Setelah tangis Clara perlahan-lahan berhenti, Roy langsung mengambilkannya air putih. Sesaat kemudian, Clara tiba-tiba berbicara dengan omongan tersendat-sendat, dia berkata “maafin aku ya Roy, akhir-akhir ini aku udah ngelupain kamu jadi sahabat”.
“ngak apa-apa, mungkin kamu ada urusan lain.” jawab roy sok tegar seolah-olah beberapa hari yang lalu ia tidak hampir gila karna patah hati memikirkan Clara.
“tapi kamu benaran gak marah kan roy” balas Clara lagi.
“gak lah, kalo aku marah nanti bahaya, bisa-bisa Arya Wiguna jadi istri Eyang subur” jawab Roy sok lucu dan sok asik.
Clara kemudian tertawa dan perlahan-lahan menghentikan tangisnya. Setelah itu ia berkata kepada Roy
“aku beruntung punya sahabat baik kayak kamu roy”
“ah kamu drama” balas Roy kalem.
“ngak roy ini serius”
“emangnya sahabat yang baik itu gimana?”
“ya yang kayak kamu, yang selalu ada saat aku sedih”
“memangnya sekarang kamu lagi sedih?”
"setelah aku nangis tadi, kamu masih mau bilang aku lagi senang gitu?”

Roy tertawa, begitu juga dengan Clara, setelah itu mereka masih berbincang-bincang dan hari pun tak terasa sudah hampir menjelang malam. Roy langsung mengatakan pada Clara kalau dia akan pulang ke rumah.

“Clara, aku pulang dulu ya?”
“eh iya deh Roy... tapi tunggu sebentar, aku mau bilang maaf sekali lagi karna aku udah jauh dari kamu waktu lagi deket sama Jonathand”
“Ah, masalah itu lupain aja, aku juga biasa aja kok waktu kamu sama Jonathand lagi deket.” Lagi-lagi jawaban Roy sok tegar, sok kuat, sok mengikhlaskan.
“kamu emang sahabat yang baik Roy, kamu juga udah mau nerima kekurangan aku selama ini.”
“tunggu, aku mau nanya sebentar, emang sahabat mana sih yang gak mau nerima kekurangan sahabatnya sendiri.” Jawab Roy sambil tersenyum. Senyum Roy saat itu juga dibalas oleh senyum tipis di bibir Clara. Roy kemudian berjalan meninggalkan rumah Clara dan pulang kerumahnya. Setelah melihat bayang Roy yang perlahan-lahan hilang, Clara langsung menutup pintu rumahnya sambil mengemas gelas bekas minuman yang ia minum bersama Roy.

***

Saat cerita berhenti di Clara menutup pintu rumahnya, saat itu juga saya dan Roy meninggalkan meja kantin tempat kami memesan bubur dan teh panas tadi. Saya juga meminum teh saya yang sedikit lagi akan habis sebelum dimasuki semut-semut imut yang telah lama mengintai cangkir saya. Begitu juga dengan Roy, ia langsung menghabiskan sisa-sisa bubur di mangkuknya yang sudah mulai dingin karna terlalu lama didiamkan. Setelah selesai dengan makanan di meja kami, saya langsung memasang jaket  untuk kemudian menemani Roy yang sebelumnya telah lebih dulu  ke meja kasir untuk membayar. Sungguh kisah yang menarik telah Roy ceritakan kepada saya yang baru saja saya bagi dengan Anda.

1 komentar: