Kamis, 05 Maret 2015

Nonton Bola ala Jomblo

Tulisan ini sebelumnya telah terlebih dahulu diterbitkan di situs jombloo.co
 
 ***

Jomblo dan Sepakbola adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Layaknya sendok dan garpu, keduanya saling bersatu agar kehidupan ini terasa seimbang. Sepakbola sungguh membantu jomblo untuk melupakan sejenak pertanyaan-pertanyaan intimidatif seperti “malam minggu ini pergi ke mana?”, sebaliknya, Jomblo memberi sumbangsih besar terhadap rating laga-laga sepakbola. Sungguh perpaduan yang harmonis dan bersahaja.

Namun taukah anda, dalam menonton tayangan sepakbola, Jomblo seringkali punya ciri-ciri yang unik dari yang lain. Ciri-ciri ini sungguh identik, dan sulit ditemukan pada mereka yang berpasangan. Seperti apa? Silahkan simak sendiri.
  1. Lebih Menghambur-hamburkan Uang
Bagi jomblo, nonton paling aman adalah di rumah sendiri. dan seperti yang kita tau, nonton bola sendirian sungguh dekat dengan kebosanan. maka untuk menghilangkan rasa kikuk yang berkepanjangan, sore sebelum laga harus jadi ajang borong makanan ringan ke minimarket. saat-saat inilah uang terasa lebih cepat keluar. namun seorang jomblo tak mudah menyesal setelahnya. untuk siapa lagi kekayaan ini jika hidup hanya seorang diri?
  1. Sering cuci muka
masalah terbesar kaum jomblo saat menonton bola adalah perihal waktu. laga-laga yang disiarkan terlalu kemalaman sangat rentan membuat jiwa-jiwa sepi ini lekas mengantuk. hal ini berbeda dengan mereka yang pacaran, yang tetap terjaga karena bisa BBM-an sama pacar yang juga ikut nonton. kalau jomblo sih sulit, jangankan BBM dari manusia, dari operator handphone pun jarang-jarang. Maka dengan situasi seperti ini, ngantuk tentu lebih cepat datang, dan si jomblo harus bolak-bali kamar  mandi untuk cuci muka agar tetap kuat melanjutkan hingga 90 menit akhir. namun jika ia fans tim semenjana seperti Liverpool, ajang cuci muka ini adalah kedok untuk menghapus air mata. akibat terlalu sedih melihat permainan tim kesukaan yang begitu semenjana.
  1. Lebih sering ngetwit
bila pertandingan dirasa terlalu sumpek dan menyedihkan untuk dinikmati, jomblo biasanya punya trik lain untuk menghibur diri; menjadi komentator linimasa. berbagai komentar pedas pun dilayangkan lewat 140 karakter. kadang bernas, kadang menggigit, kadang juga tidak nyambung. namun untuk upaya penghiburan diri, hal ini tetap mereka lakukan. bahkan tak jarang komentar mereka terlalu pedas, dengan harapan akan membuat sang geberan terbuka mata bahwa mereka sungguh sudah khatam dengan dunia sepakbola. namun sayang, kode itu lebih sering jadi twit belaka. jarang berbuat lebih.

Demikian ciri unik nan identik pada seorang jomblo ketika menonton sepakbola. masih banyak ciri-ciri lain tentu saja, sebab para jomblo konon punya ritual masing-masing dalam menatap dunia. dan tentu saja, semuanya dilihat dengan ratapan merana sambil bertanya-tanya “kapan bisa nonton sama dia?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar