Saya pikir, ketika Jose Mourinho kembali menangani Chelsea, tim ini akan berubah menjadi tim yang konsisten tiap musimnya. Musim pertama, hal itu mulai terlihat. Musim kedua, saya mulai merasa bahwa saya punya bakat dalam meramal. Tapi di musim ini, musim ketiga, rasa-rasanya memang betul sepakbola tak bisa ditebak.
Kegagalan Mourinho di awal-awal membuat tim ini bahkan tidak lagi seru untuk diolok-olok. Saya tentu sedih. Selain Mourinho dipecat, mengakhiri musim tanpa satu hal pun yang bisa dibanggakan jelas sangat buruk. Ada dua hal yang tidak dapat kamu lakukan karenanya. Pertama, tidak bisa mengolok-olok fans Arsenal karena kalian sama-sama tidak juara. Kedua, tidak bisa melihat Chelsea di UCL musim depan.
Sebetulnya, saya yakin perjalanan Chelsea musim ini bakal menyenangkan. Gabungan antara skuat muda dan tua semakin baik. Terlebih ditambah Pedro yang ketika awal musim, demi Tuhan, saya tidak tahu bagaimana cara dia bermain. Saya pikir awal-awal, bg Ped ilmunya gak kalah-kalah amat sama bg Messi. Tapi baru setengah musim, saya yakin dia kebanyakan bualnya.
Sebagai fans, jelas saya punya analisis pribadi. Bagi saya, hilangnya sosok bg Terry dikebanyakan laga musim ini benar-benar membuat lini belakang menangys. Bek-bek Chelsea tanpa bg Ter jadi mudah diserang. Ditambah Courtois yang musim ini tiap main kayak banyak keselnya.
Di depan lebih parah lagi. Gelandang kebanggan bg Hazard baru bisa cetak gol di BPL di laga kemarin. Padahal, beliau jelas yang paling diharap-harapkan. Satu-satunya nama yang konsisten mungkin cuma Willian dan Costa yang kebanyakan cedera.
Jelas sekarang saya sudah maklum. Sejak kalah lawan PSG di UCL, saya sudah melepaskan semua harapan buat Chelsea musim ini. Saya sudah ikhlas sebelum musim berakhir. Saya juga sudah yakin, tak ada mukjizat-mukjizat lagi.
Sekarang, satu-satunya yang bisa membuat Chelsea dikenang musim ini mungkin cuma perannya yang penting buat dua tim yang lagi dipersaingan juara: Leicester dan Spurs. Chelsea bisa buat Leicester angkat trofi pertama kali kalau menang lawan Spurs dan pura-pura begok di laga terakhir. Sebaliknya, Chelsea juga bisa bikin Spurs jadi keren kalau kalah lawan mereka dan ngalahin Leicester di akhir laga. Sebagai fans, jelas saya benci dua skenario itu. Tapi kalaupun harus memlih, saya akan mengusulkan pilihan ketiga; Chelsea imbang lawan keduanya dan membiarkan Leicester dan Spurs menentukan nasib mereka lewat laga-laga lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar