Rabu, 15 April 2015

Selesai UN

Alhamdullilah, hari ini saya berhasil menyelesaikan Ujian Nasional dengan keadaan sehat dan baik-baik saja,  tanpa ada gangguan sedikit pun pada bagian otak. Setelah 3 hari bertempur dengan soal buatan orang-orang yang penuh dosa itu, saya merasa senang sekaligus sedih. Senang karena saya tidak perlu repot-repot sekolah lagi. Sedih karena kenapa gak dari kelas satu saja saya ujian nasionalnya.

Jujur saja, saya tidak mempersiapkan apa-apa pada ujian nasional kali ini selain pensil dan penghapus. Saya tidak banyak belajar karena saya memegang teguh sikap tawakal. Berserah diri sepenuhnya pada keadaan ( ini tawakal versi saya sendiri). Hasilnya sungguh bisa ditebak. Setengah dari waktu UN saya habiskan untuk menghayal bagaimana jika saya menjadi pemain bola sejago Eden Hazard, dan membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions lewat gol keren seperti yang dilakukan maradona ketika melawan Inggris di piala dunia 1986.

Untuk pelajaran bahasa memang masih bisa ditoleransi. Namun ketika pelajaran-pelajaran IPA, saya benar-benar tidak paham. Untungnya, beberapa teman ada yang sama seperti saya, sehingga sedikit banyak menumbuhkan motivasi bahwa yang susah memang soal, bukan otak saya. (((setuju bang)))

Sebenarnya untuk pelajaran IPA, saya menerapkan strategi “culik satu per satu”. Stretegi ini saya dapatkan ketika masih aktif menjadi atlet Point Blank semasa SMP. Caranya, ketika situasi terdesak, jangan serang kerumunan lawan, tapi usahakan untuk one by one, tentu saja dengan asumsi kita akan memenangkannya. Namun apa di kata, strategi one by one saya melawan soal benar-benar gagal. Untuk menyelesaikan pertandingan melawan satu soal, tidak kurang dari 20 menit waktu yang saya habiskan. Tentu dengan nafas yang terengah-engah dan lecet dimana-mana. Alhasil, ketika waktu hampir selesai, yang terisi baru beberapa soal.

Strategi lain adalah mencatat semua rumus. Tapi ya gimana. Tak kenal maka mati aja. Jika tidak tahu caranya ya percuma bawa rumus. Sampai payudara mbak Pamela Safitri mengecil ya tetap gak akan ketemu.

Namun dibalik kesulitan itu, tentu ada jalan keluar. Manuver-manuver ringan pasti dilakukan agar setidaknya bisa dapat nilai diatas 3. Mulai dari latihan menebak soal, menghitung akurasi jawaban lewat suhu cuaca, sampai ritual menerawang kunci jawaban dengan bantuan angin yang berhembus telah saya pelajari sebelum UN. Harapan saya semoga cara itu berhasil. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa, yang penting Chelsea juara liga Inggris.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar