Rabu, 09 Desember 2015

Belajar Jadi MABA

Ketika menulis postingan ini, saya tengah dibebani setumpuk laporan dan jurnal yang belum selesai serta berbagai macam tugas-tugas lain yang bikin kepala cenat-cenut.

Beberapa bulan menjadi mahasiswa benar-benar di luar ekspetasi saya. Awalnya saya pikir kehidupan kampus itu santai dan elegan. Datang, dengerin dosen, ngopi, pulang. Eh setelah lihat fakta di lapangan, kok rasanya semua itu cuma mimpi. Tugas yang menumpuk serta rasa gegas yang terus mengikuti dari belakang benar-benar membuat semuanya jadi tidak santai dan tidak lagi elegan.

Selain tugas yang susah-susah, kegiatan kampus juga ternyata ikut-ikutan bikin pusing. Banyak sekali kegiatan yang sebenarnya maksdunya baik, tapi karena dilakukan ketika sibuk-sibuknya, malah bikin saya pengen tidur aja di rumah.

Tapi kalau menurut senior-senior yang berbagi pengalaman, 1 tahun pertama ini katanya memang sedang berat-beratnya. Tugas kuliah, kegiatan untuk maba, dan sekelumit hal-hal lain akan selalu hadir sampai tahun depan.

Karena berbagai kegiatan ini juga, 1 hari rasanya cepat sekali. Bahkan waktu-waktu buat buka media sosial ataupun update berita-berita terbaru baru bisa pas udah malam. Sungguh ini berlawanan dengan semangat netizen zaman sekarang yang harus selalu up to date biar bisa selalu berkomentar terkait isu-isu terkini.

Selain tugas yang banyak, materi perkuliahan semester-semester awal pun ternyata kurang menyenangkan. Untuk jurusan saya (Sistem Informasi) bahkan harus belajar lagi pelajaran dasar Sains seperti kimia, fisika, dan biologi. Jujur saya tidak tau motivasi dibalik mata kuliah ini. Mungkin pihak universitas pengen saya nulis kode sambil pakai jas lab. Biar lebih kaffah.

Sialnya lagi, pelajaran yang kurang berguna bagi saya itu selalu ada praktikum tiap minggu. Dan jadilah saya seperti bodoh setiap minggu masuk lab buat buang-buang NaCl atau nungguin logam silinder bolak-balik sampai sepuluh kali.

Jujur, saya ngak tahu kapan penderitaan jadi mahasiswa baru ini berakhir. Mungkin masa-masa ini juga dialami semua MABA seluruh dunia. Amerika, India, Tumbuktu, semua mungkin merasakan kesibukan seperti saya. Jenis kesibukan yang menjengkelkan, tapi akan dikenang pada suatu waktu. Semoga


2 komentar: