Alhamdullilah,
hari ini saya berhasil menyelesaikan Ujian Nasional dengan keadaan sehat dan
baik-baik saja, tanpa ada gangguan
sedikit pun pada bagian otak. Setelah 3 hari bertempur dengan soal buatan
orang-orang yang penuh dosa itu, saya merasa senang sekaligus sedih. Senang
karena saya tidak perlu repot-repot sekolah lagi. Sedih karena kenapa gak dari
kelas satu saja saya ujian nasionalnya.
Jujur
saja, saya tidak mempersiapkan apa-apa pada ujian nasional kali ini selain
pensil dan penghapus. Saya tidak banyak belajar karena saya memegang teguh
sikap tawakal. Berserah diri sepenuhnya pada keadaan ( ini tawakal versi saya
sendiri). Hasilnya sungguh bisa ditebak. Setengah dari waktu UN saya habiskan
untuk menghayal bagaimana jika saya menjadi pemain bola sejago Eden Hazard, dan
membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions lewat gol keren seperti yang
dilakukan maradona ketika melawan Inggris di piala dunia 1986.
Untuk
pelajaran bahasa memang masih bisa ditoleransi. Namun ketika
pelajaran-pelajaran IPA, saya benar-benar tidak paham. Untungnya, beberapa
teman ada yang sama seperti saya, sehingga sedikit banyak menumbuhkan motivasi
bahwa yang susah memang soal, bukan otak saya. (((setuju bang)))
Sebenarnya
untuk pelajaran IPA, saya menerapkan strategi “culik satu per satu”. Stretegi
ini saya dapatkan ketika masih aktif menjadi atlet Point Blank semasa SMP.
Caranya, ketika situasi terdesak, jangan serang kerumunan lawan, tapi usahakan
untuk one by one, tentu saja dengan
asumsi kita akan memenangkannya. Namun apa di kata, strategi one by one saya melawan soal benar-benar
gagal. Untuk menyelesaikan pertandingan melawan satu soal, tidak kurang dari 20
menit waktu yang saya habiskan. Tentu dengan nafas yang terengah-engah dan
lecet dimana-mana. Alhasil, ketika waktu hampir selesai, yang terisi baru
beberapa soal.
Strategi
lain adalah mencatat semua rumus. Tapi ya gimana. Tak kenal maka mati aja. Jika
tidak tahu caranya ya percuma bawa rumus. Sampai payudara mbak Pamela Safitri
mengecil ya tetap gak akan ketemu.
Namun dibalik
kesulitan itu, tentu ada jalan keluar. Manuver-manuver ringan pasti dilakukan
agar setidaknya bisa dapat nilai diatas 3. Mulai dari latihan menebak soal,
menghitung akurasi jawaban lewat suhu cuaca, sampai ritual menerawang kunci
jawaban dengan bantuan angin yang berhembus telah saya pelajari sebelum UN. Harapan
saya semoga cara itu berhasil. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa, yang penting
Chelsea juara liga Inggris.

