Tulisan ini sebelumnya telah terlebih dahulu diterbitkan di situs Mojok.co
***
Indonesia terlampau riuh hari ini. Berbagai masalah membuat setiap
jengkal linimasa kita tak lepas dari perdebatan. Baik yang hanya sekadar
iseng-iseng, sampai ke tahap panas-panasan.
Hal itu tentu tidak
baik dan tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Apalagi untuk membahas
masalah yang itu-itu saja. Padahal ada banyak sekali masalah lain yang
perlu diperdebatkan (atau harusnya diselesaikan, karena tukang
twitwar ini sebenarnya tidak pernah menyelesaikan masalah). Semisal
masalah pemerataan pendidikan, pasokan air bersih, atau hati fakir
asmara yang kian lama kian menyedihkan.
Tapi ya memang dasarnya
orang Indonesia ini pintar-pintar. Sampai dunia kiamat pun
perdebatan-perdebatan itu tak akan pernah habis. Apalagi hari-hari
belakangan, muncul banyak topik yang aduhai sekali untuk dieksekusi
sebagai twit-twit debat. Sebut saja kasus hukuman mati, rencana
lokalisasi PSK, PSSI vs Menpora, serta sekian ratus masalah lain yang
tak kunjung selesai.
Berbekal itu, tentu kurang afdol bila
Mojok Institute tak berbuat sesuatu. Sesuatu dalam arti sebagai
pengingat. Karena kita sudah tahu sejak dalam pikiran, 20 dari 25 akun
yang berdebat di twitter, bisa dipastikan adalah jomblo-jomblo
intelektual. Jika Pak Ustad Felix Siauw adalah pejuang Khilafah,
maka teman-teman kita ini adalah pejuang hak-hak hidup orang banyak.
Tapi di sinilah bahaya latennya; ketika mereka sibuk memperjuangkan
kesejahteraan umat, tanpa mereka sadari perut mereka sendiri kadang
sudah sekarat. Hal itu bisa dimaklumi, karena tak ada yang mengingatkan
mereka tentang cara hidup yang sehat. Lha iya, kan jomblo…
Maka,
perkenankanlah Mojok Institute untuk mengambil alih tugas mulia guna
mengingatkan para pejuang kita ini agar tidak kelewat batas. Sebab jika
orang-orang ini sakit, siapa lagi yang akan kita banggakan? Dan langsung
saja, inilah hal-hal yang perlu diperhatikan pejuang twitter kita agar
tetap sehat dan bahagia.
1. Makan Makanan yang Bergizi
Perkara
gizi ini harus di urutan pertama. Keseringan marah-marah kadang membuat
kita lupa makan. Bahkan mau minum saja bisa enggak mood. Maka
dari itu, teman-teman pejuang kesejahteraan jangan lupa untuk
makan-makanan yang masuk kategori 4 sehat 5 sempurna. Juga janganlah
karena lagi asik berdebat di timeline, lalu maunya yang instan-instan.
Sangat bahaya jika hari-hari para pejuang kesejahteraan kita dihabiskan
dengan bermangkuk-mangkuk indomie yang memang tidak butuh waktu lama untuk dimasak. Pokoknya harus sehat.
2. Jangan Lupa Piknik
Alhamdullilah,
pemerintah sekarang sudah paham betapa pentingnya taman kota. Ini hal
yang bagus karena memang kebanyakan rakyat Indonesia mudah terserang
penyakit stres. Dan taman adalah salah satu sarana yang tepat bagi
teman-teman kita di atas untuk rehat sejenak dari desas-desus media
sosial. Hal ini tentu akan mengurangi perasaan gelisah dan wagu, lalu
dari piknik akan lahir pikiran-pikiran positif. Saran saya, agar piknik
lebih khidmat, bawalah anak-anak kecil semisal ponakan, anak tetangga,
atau balita-balita gemes yang gak sengaja nemu di jalan. Bawa mereka
main apa saja di taman, lalu setelah mereka merasa lelah dan ingin
tidur, ada baiknya Anda ucapkan kata-kata ini di telinganya: “Kalau udah
gede jangan main Twitter ya…”
3. Bersosialisasi dengan Masyarakat
Ini
tak kalah penting. Kebanyakan memegang gajet beresiko membuat kita
melupakan dunia sekitar. Media sosial dapat membuat beberapa orang jadi
kurang bergaul di lingkungan nyata. Akhirnya, ketika ia dalam masalah,
akan sulit minta bantuan. Tentu gak mungkin minta tolong sama
teman-teman di twitter karena selain mungkin beda kota, mereka pun bisa
jadi hanya peduli sebatas dunia Twitter. Tidak lebih dari itu. Maka ada
baiknya para ahli twitwar kita memperhatikan masalah pergaulan sosial.
Sesekali sapalah Pak RT, juga jangan lupa melempar senyum kepada ibu-ibu
di samping rumah. Ini langkah yang baik untuk membuka persahabatan.
Syukur-syukur bisa dapat jodoh.
4. Baca Mojok.co
Jika
ketiga langkah di atas dianggap terlalu berat, Anda hanya perlu
melakukan langkah keempat ini. Lho, jangan kaget. Mojok sepertinya
memang didesain untuk memenuhi semua kriteria diatas. Kalau Anda lapar,
tinggal buka tulisan-tulisan kuliner, niscaya kenyang sampai seminggu.
Kalau kurang piknir, tinggal baca tulisan-tulisan Gus Mul.
Kalau merasa kurang bersosialisasi, tinggal melipir ke kolom komentar.
Konon interaksi di sana terasa lebih nyata daripada tempat manapun di
dunia. Ntap, kan?
Itulah kiat-kiat untuk teman-teman yang sering
berdebat di twitter agar bisa tetap sehat dan bahagia. Ingat, Presiden
belum setahun memimpin. Itu artinya, sekian banyak masalah baru akan
terus bermunculan. Teman-teman harus mempersiapkan itu semua. Belilah
makanan yang sehat untuk menemani hari-hari yang panjang dan penuh
amarah. Telepon ibu Anda jika merasa lawan twitwar dianggap terlalu
menyiksa, dan jangan lupa salat.
Tapi saya yakin teman-teman kita
ini pada suatu hari pasti lelah. Mungkin itu adalah saat di mana mereka
sadar bahwa perdebatan-perdebatan sengit itu tak membawa kita ke
mana-mana. Sebab siapalah kita ini, hanya pengguna Twitter yang 10 dari 9
followernya adalah akun bot online shop. 


