Menjadi artis barangkali adalah pencapaian luar
biasa dalam karir seorang manusia. Bagaimana tidak, selain dikenal khalayak
ramai, anda hanya perlu tampil di depan TV, mengeluarkan akting yang memikat,
lantas bagai hujan di bulan Desember, uang tak berhenti ngalir ke dalam
rekening.
Lebih dari itu, jika anda artis yang sudah sekaliber
Mas Anang atau A’ak Raffi Ahmad, segala tetek-bengek urusan pribadi anda akan
menjadi sorotan yang selalu penting dan menarik untuk diikuti. Tak ayal, acara
sakral semacam pernikahan dan persalinan pun jadi rebutan hak siar para oleh
para media.
Tapi sayangnya, menjadi artis kadang-kadang adalah
perkara berdamai dengan masa lalu. Sudah berapa banyak kaum selebritas yang
terjegal kesuksesannya akibat bayang-bayang kehidupan percintaan yang telah
lampau.
Contoh saja Bopak Castello. Artis menawan nan pandai
memikat kaum hawa ini harus bergelut dengan pedihnya kisah percintaan yang
dulu-dulu. Perselisihan dengan istri lama membuat karir bang Bopak sedikit mengundang
cibiran dari Ibu-Ibu penggila infotainment. Komedian yang memiliki nama dan
muka bergaya Italia ini diklaim sang istri sebagai suami yang tak bertanggung
jawab karena bang Bopak menuding bahwa anak yang dikandung oleh istrinya
bukanlah anak darinya. Lalu anak siapa bang Bopak? Anak saya? Jahat juga bang
Bopak ini.
Yang lainnya adalah Mbak Cita Citata. Datang ke
dunia entertein dengan single hits “Sakitnya Tuh Di sini”, Cita Citata menjelma
menjadi artis papan atas. Bahkan pada titik tertentu, ia pernah diisukan dekat
dengan artis se-fenomenal Ivan Gunawan. Sebuah pencapaian yang mengagumkan dan
patut diacungi jempol oleh kita. Tapi sayangnya, kegagalan berdamai dengan masa
lalu membuat Mbak Cita harus menangis di depan kamera.
Ketidakadanya rasa ikhlas sang mantan suami untuk
melihat Mbak Cita sukses lantas menjadi kunci serangan balik mematikan, tentu dengan
cara; membongkar rahasia lama Mbak Cita. Satu persatu kisah tak baik mengenai
Mbak Cita menjadi bahan omongan publik. Pelantun tembang “Sakitnya Tuh di Sini”
itu pun kini tak hanya menyanyikan lagunya untuk hiburan publik semata,
melainkan juga sebagai ajang curhat terselubung akibat tak bisa berdamai dengan
kisah-kisah lama.
Selain 2 contoh diatas, ada lagi yang lebih parah.
Orang itu barangkali adalah Mas Nazar. Mas Nazar gagal berdamai dengan masa
lalunya yang kelam sehingga orang akan selalu mengingatnya sebagai lelaki yang
hanya memanfaatkan Mbak Musdalifah. Kasian memang Mas Nazar ini, mungkin karena
tak sanggup menahan ocehan publik, ia memilih pisah rumah dengan Mbak
Musdalifah. Sebuah keputuasaan akibat kombinasi tak becus antara membenahi
kisah lama dan gagal meyakinkan publik bahwa ia benar tak tidur memakai daster
ketika malam.
Namun yang di atas hanya contoh mereka yang gagal. Ada juga yang malah berhasil, tentu setelah berdamai dengan masa lalunya. Vicky Prasetyo, Pria yang sempat dicap
bangsat oleh kaum wanita Indonesia, kini menjelma menjadi flamboyan yang
membanggakan. Masuk ke dunia selebritas setelah selesai berkonflik dengan
Zaskia, ia belajar dari kisah lama. Bukannya berubah, Bang Vicky malah semakin
memperkenalkan bahasanya yang aneh dan lucu itu sebagai sebuah ciri khas untuk
menerjang dunia entertein yang berat. Buktinya, ia sekarang sukses keras.
Dari kisah yang sangat tak inspiratif di atas, kita
dapat menyimpulkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah jalan paling penting untuk
anda sebelum berpikir menjadi artis. Hal ini semata-mata agar ketika anda sudah
mencapai puncak kesuksesan, anda terhindar dari omongan mantan yang belum
terima diputusin atau diam-diam masih belum move on.
Tapi masa lalu tak selamanya membawa mudharat, terlebih
kepada mereka yang dapat berdamai dengannya, bagi para ksatria seperti Vicky,
masa lalu adalah proses belajar untuk lebih baik. Seperti kata Muhidin M.Dahlan “Masa lalu itu menyimpan kegembiraan bagi mereka yang menghikmatinya tidak sebagai luka dan kekalahan yang bernanah.”
Juga jangan lupa dengan pepatah kuno dari tanah
Babylonia: “Mantan yang belum move on bisa jadi adalah penjegal utama kesuksesanmu.”







