Minggu, 21 Desember 2014

#ReviewPelem: Gone Girl



Seperti yang kita ketahui bersama, seorang blogger yang tidak tahu harus menulis apa alias kehilangan ide, sudah pasti akan melakukan hal-hal mainstream mudah seperti membuat review film atau buku. Dan itu yang akan saya lakukan di tulisan ini. #hufttt

Awalnya saya bingung mau review film atau buku, tapi film sajalah karna buku yang saya baca akhir-akhir ini banyak non-fiksi. Kan tidak asik kalau liburan begini nge-review buku tentang teroris atau perkembangan Hamas di Gaza.

Sebenarnya saya nonton beberapa film akhir-akhir ini, tapi akhirnya saya memilih untuk mengulas (((halah mengulas))) film Gone Girl karna film ini diprediksi sebagai salah satu yang terkuat untuk mendapat penghargaan best picture Oscar tahun ini. Sebagai catatan, film ini gak ditayangin di Indonesia karna konon sang sutradara, David Fincher, gak terima filmnya disensor. Sebenarnya udah gak heran karna David Fincher kayaknya emang gak pernah mau filmnya dipotong-potong, contohnya film garapan dia The Girl with the Dragon Tattoo yang juga gak tayang di Indonesia.

 (((GONE GIRL TAPI FOTONYA COWOK)))

Setelah menonton Gone Girl, setidaknya saya tau 2 hal. Pertama: film ini bagus. 2: cewek itu kadang-kadang licik + sadis juga.

Ya, Gone Girl berkisah tentang perempuan bernama Amy (Rosamund Pike) yang menikah dengan lelaki bernama Nick Dunne (Ben Affleck). Keduanya berprofesi sebagai penulis. Dan ketika Ibu dari Nick sakit, Amy harus mengikuti Nick pindah ke rumah orang tuanya di Missouri. Di sinilah segala mudharat terjadi.

Ketika datang di rumah mertuanya, Amy merasa Nick kurang memperhatikan dia. Syahdan, Ibunya Nick pun meninggal. Mereka berdua lalu tinggal di rumah Ibu Nick dan banyak masalah terjadi. Masalahnya macem-macem, kalo diceritain nanti spoiler. Singkat kata, pada ulang tahun ke 5, Nick ada rencana buat cerain Amy, tapi dia ragu. Akhirnya, Amy yang juga udah punya rencana busuk, nyuruh Nick buat keluar nyantai. Dan pas Nick pulang, Amy udah gak ada. Drama panjang dimulai.

Nick bingung, dia lapor polisi karna ngira Amy hilang atau diculik dan kasus itu ditangani seorang detektif wanita bernama Rhonda Boney (Kim Dickens). Karna Amy seorang penulis yang sangat terkenal, kasus ini cepat jadi sorotan publik. Nick diminta buat bikin konferensi pers segala. Dalam menghadapi masalah ini, Nick dibantu saudara kembarnya Margo (Carrie Coon) yang menurut saya dapat dialog terkeren di film ini. Nbcnews.com bilang dia “secret weapon” di Gone Girl.



Sementara semua orang bingung, Nick dan sang detektif dibawa main tebak-tebakan akibat pesan dari Amy yang membawa ke kesimpulan: Nick adalah orang yang membunuh Amy. Kenapa Amy begitu? Karna seengaknya Nick udah bikin Amy sakit hati ditambah dia selingkuh dengan muridnya sendiri. Btw, muridnya cantik. #halah

Setelah mengikuti perkembangan kasus dan terpengaruh dari teka-teki Amy, detektif Boney maupun masyarakat yang ngikutin masalah itu mulai curiga Nick adalah pembunh Amy. Meski ngebantah, alasan buat jeblosin Nick ke penjara udah terlalu kuat karna “permainan” yang dibuat Amy sangat rapi.

Sementara di tempat lain, Amy lagi nikmatin hidup dan berharap sandiwaranya diterima publik sehingga suaminya ditangkap lalu dihukum mati karna hukum di sana melegalkan hal tersebut.

Tapi Nick pintar, dia nyewa pengacara hebat dan Amy kebalik terdesak. Naas Amy malah dirampok tetangga di lingkungan baru. Dia kehilangan uang dan mau gak mau harus main sandiwara baru lagi. Korbannya kali ini Desi Collings (Neil Patrick Harris), mantanya waktu SMA yang kaya. Dan dia jadi korban “psikopat” nya Amy. Amy benar-benar licik lah pokoknya. 

Di sini, peran Amy sebagai “sick girl” menurut saya benar-benar sukses. Dia kelihatan sangat depresif sehingga Collings gak sadar Amy punya rencana busuk. Btw, saat berperan “sakit” inilah Rosemund Pike dapat apresiasi yang cukup besar dari penggemar film. Dan saya sendiri juga suka, terlebih pemeran yang “sakit” memang jadi salah satu karakter favorit saya di setiap film. Tahun lalu ada Cate Blanchett di Blue Jasmine yang perannya sukses bikin dia jadi pemenang Oscar kategori aktris terbaik.

 Rosamund Pike di Gone Girl (Amy)

Lebih dari itu, karakter yang “sakit” biasanya menampilkan akting yang lebih oke. Pada karakter  semacam ini juga biasanya dialog-dialog keren muncul. Apalagi yang peran “sakit” nya ada dua orang kayak Osage Country di mana ada Meryl Streep vs Julia Robert. Asu pokoknya.

Balik lagi ke Gone Girl, endingnya cukup emosional. Amy dan Nick akhirnya balikan lagi dan di posisi sama-sama serba salah. Mereka sama-sama tau mereka bangsat dan mau pisah tapi itu malah bikin mereka harus tetap sama-sama. Pokoknya Oxymoron abis. 

Dari segi dialog, menurut saya lumayan bagus. Bumbu komedinya pun pas. Khas film-film dengan genre begini. Mungkin karna Screenplay-nya langsung digarap sama penulis novelnya sendiri, Gillian Flynn. Dan mungkin, film ini juga bisa jadi pemenang best screenplay adaptation di Oscar nanti.

Terakhir, kalau kalian suka film, Gone Girl yang dapat 8.4 di IMDB harus wajib kalian tonton karna film ini lumayan bagus dan berkelas serta tampil beda dengan scene yang berdasarkan catatan waktu, membuat saya ingat pada novel Carrie-nya Stephen King. Untuk peluang best picture sendiri kayaknya ada kemungkinan menang buat Gone Girl meski harus bersaing dengan Boyhood, ToE, The Grand Budapest Hotel dan sederet film keren lain. Tapi, yang paling penting, aku padamu, mbak Rosamund Pike.

Mb.....
Rating kelayakan tonton: R ( Konten film bawa-bawa darah, agak seksual, dan bahasa yang ada caci maki)
Genre: Mistery & Suspense, Drama
Sutradara: David Fincher
Screenplay: Gillian Flynn
US Box Office: $164.4M
Lama film: 2jam 25menit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar