Minggu, 28 Desember 2014

Cita Citata, Vicky Prasetyo, dan Kenapa Artis Harus Berdamai dengan Masa Lalu


Menjadi artis barangkali adalah pencapaian luar biasa dalam karir seorang manusia. Bagaimana tidak, selain dikenal khalayak ramai, anda hanya perlu tampil di depan TV, mengeluarkan akting yang memikat, lantas bagai hujan di bulan Desember, uang tak berhenti ngalir ke dalam rekening.

Lebih dari itu, jika anda artis yang sudah sekaliber Mas Anang atau A’ak Raffi Ahmad, segala tetek-bengek urusan pribadi anda akan menjadi sorotan yang selalu penting dan menarik untuk diikuti. Tak ayal, acara sakral semacam pernikahan dan persalinan pun jadi rebutan hak siar para oleh para media. 

Tapi sayangnya, menjadi artis kadang-kadang adalah perkara berdamai dengan masa lalu. Sudah berapa banyak kaum selebritas yang terjegal kesuksesannya akibat bayang-bayang kehidupan percintaan yang telah lampau.

Contoh saja Bopak Castello. Artis menawan nan pandai memikat kaum hawa ini harus bergelut dengan pedihnya kisah percintaan yang dulu-dulu. Perselisihan dengan istri lama membuat karir bang Bopak sedikit mengundang cibiran dari Ibu-Ibu penggila infotainment. Komedian yang memiliki nama dan muka bergaya Italia ini diklaim sang istri sebagai suami yang tak bertanggung jawab karena bang Bopak menuding bahwa anak yang dikandung oleh istrinya bukanlah anak darinya. Lalu anak siapa bang Bopak? Anak saya? Jahat juga bang Bopak ini.

Yang lainnya adalah Mbak Cita Citata. Datang ke dunia entertein dengan single hits “Sakitnya Tuh Di sini”, Cita Citata menjelma menjadi artis papan atas. Bahkan pada titik tertentu, ia pernah diisukan dekat dengan artis se-fenomenal Ivan Gunawan. Sebuah pencapaian yang mengagumkan dan patut diacungi jempol oleh kita. Tapi sayangnya, kegagalan berdamai dengan masa lalu membuat Mbak Cita harus menangis di depan kamera. 

Ketidakadanya rasa ikhlas sang mantan suami untuk melihat Mbak Cita sukses lantas menjadi kunci serangan balik mematikan, tentu dengan cara; membongkar rahasia lama Mbak Cita. Satu persatu kisah tak baik mengenai Mbak Cita menjadi bahan omongan publik. Pelantun tembang “Sakitnya Tuh di Sini” itu pun kini tak hanya menyanyikan lagunya untuk hiburan publik semata, melainkan juga sebagai ajang curhat terselubung akibat tak bisa berdamai dengan kisah-kisah lama.

Selain 2 contoh diatas, ada lagi yang lebih parah. Orang itu barangkali adalah Mas Nazar. Mas Nazar gagal berdamai dengan masa lalunya yang kelam sehingga orang akan selalu mengingatnya sebagai lelaki yang hanya memanfaatkan Mbak Musdalifah. Kasian memang Mas Nazar ini, mungkin karena tak sanggup menahan ocehan publik, ia memilih pisah rumah dengan Mbak Musdalifah. Sebuah keputuasaan akibat kombinasi tak becus antara membenahi kisah lama dan gagal meyakinkan publik bahwa ia benar tak tidur memakai daster ketika malam. 

Namun yang di atas hanya contoh mereka yang gagal. Ada juga yang malah berhasil, tentu setelah berdamai dengan masa lalunya. Vicky Prasetyo, Pria yang sempat dicap bangsat oleh kaum wanita Indonesia, kini menjelma menjadi flamboyan yang membanggakan. Masuk ke dunia selebritas setelah selesai berkonflik dengan Zaskia, ia belajar dari kisah lama. Bukannya berubah, Bang Vicky malah semakin memperkenalkan bahasanya yang aneh dan lucu itu sebagai sebuah ciri khas untuk menerjang dunia entertein yang berat. Buktinya, ia sekarang sukses keras.

Dari kisah yang sangat tak inspiratif di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah jalan paling penting untuk anda sebelum berpikir menjadi artis. Hal ini semata-mata agar ketika anda sudah mencapai puncak kesuksesan, anda terhindar dari omongan mantan yang belum terima diputusin atau diam-diam masih belum move on. 

Tapi masa lalu tak selamanya membawa mudharat, terlebih kepada mereka yang dapat berdamai dengannya, bagi para ksatria seperti Vicky, masa lalu adalah proses belajar untuk lebih baik. Seperti kata Muhidin M.Dahlan “Masa lalu itu menyimpan kegembiraan bagi mereka yang menghikmatinya tidak sebagai luka dan kekalahan yang bernanah.”

Juga jangan lupa dengan pepatah kuno dari tanah Babylonia: “Mantan yang belum move on bisa jadi adalah penjegal utama kesuksesanmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar